MODEL OF COMMUNICATION CAMPAIGN

1. THE INTENDED EFFECT

akibat atau hasil suatu kampanye yang diharapkan, sebagian besar permasalahan dalam pelaksanaan tujuan kampanye komunikasi tersebut, yang berkaitan dengan ketidaktepatan mengenai khalayak sasarannya, tujuan kurang jelas dan kurang mengetahui dalam memperkirakan apakah pada akhirnya kampanye tersebut berhasil atau tidak. Kesalahan pada umumnya adalah kampanye yang kurang memuaskan dan terlalu ‘overestimate’ dalam mencapai tujuan kampanye sebagaimana yang diharapkan.

2. COMPETING COMMUNICATION

hal yang penting dalam mencapai efektivitas pelaksanaan kampanye yang tidak terganggu oleh persaingan atau komunikasi yang bertentangan. Juru kampanye harus menyadari bahwa kemungkinan pesan balasan (counter message) dalam mencapai tujuan yang sesungguhnya dari kampanye tersebut.

3. THE COMMUNICATION OBJECT

kampanye biasanya memiliki tujuan dan tema utama, seperti misalnya kampanye ‘Gaya hidup sehat’ atau “Anti minuman keras dalam mengendarai kendaraan bermotor”. Setiap perbedaan tujuan kampanye dan akan berbeda pula mengenai model kampanye komunikasinya, dan hal ini harus dipahami oleh juru kampanye tersebut. Seperti kampanye tujuan kepedulian sosial, dan akan beda untuk model kampanye yang bertemakan sosial politik.

4. THE TARGET POPULATION AND THE RECEIVING GROUP

khalayak atau penduduk sebagai dari tujuan kampanye tersebut lebih dahulu harus jelas, termasuk mengetahui kelompok masyarakat dan tokoh masyarakat tertentu sebagai komunikan yang sering terjadi di lapangan, mungkin mudah untuk mecapainya dan bahkan sulit untuk menyebarluaskan pesan-pesan kampanye tersebut karena adanya penolakan dari kelompok tertentu, atau tidak memiliki kepentingan terhadap pesan-pesan kampanye.

5. THE CHANNEL

sebagai catatan bahwa berbagai perbedaan bentuk atau jenis saluran komunikasi terkait erat dengan berbagai macam pesan, dan perbedaan khalayak sebagai sasaran suatu kampanye. Melalui saluran media massa lebih cocok untuk mengangkat isu atau agenda utama untuk memperoleh tanggapan publik yang beragam, sedangkan melalui komunikasi tatap muka lebih dibutuhkan atau cocok untuk mempengaruhi perilaku masyarakat secara langsung.

6. THE MESSAGE

khususnya untuk pesan-pesan atau tema sentral perlu dipertajam perbedaannya yang berhadapan dengan audiensi beragam, hal ini tergantung dari model kampanye yang dilaksanakan. Kampanye pada tahap awalnya adalah membangun “awereness” dan pengetahuan bagi khalayak, kemudian tahap kampanye selanjutnya adalah bersifat “persuasif” atau mempengaruhi perilakunya dan pada akhirnya kampanye tersebut diharapkan mengubah suatu pola tindakan khalayak yang lebih bijaksana.

7. THE COMMUNICATOR

komunikator atau jubir (spokesperson) yang terpilih selain memiliki keahlian, juga kemampuan, legitimasi dan kepercayaan serta aktraktif di mata khalayaknya sangat penting agar pesan-pesan dalam kampanye tersebut lebih diperhatikan oleh pihak publiknya.

8. OBTAINED OBJECT

efek dari kampanye yang dilancarkan tersebut menghasilkan dampak yang diharapkan atau tidak, bahkan mungkin bisa memperoleh tanggapan negatif atau positif. Kampanye tersebut dapat mempengaruhi efek, baik yang bersifat kognisi,afeksi dan konasi.

About rimba ahmad

Public Relations with Tourism Planner attitudes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: