Teori Perilaku Individu Dalam Menentukan Aktivitas Perjalanan

Model Chapin (1974)

Model Chapin (1974) berkontribusi menganalisis perilaku berpergian individu melalui pola aktivitas perjalanan. Untuk menjelaskan hal tersebut, Chapin membedakan menjadi tiga komponen, yaitu motivasi (terpenuhinya keinginan atau kebutuhan), pilihan (memilih antara memilih alternatif yang dirasakan dan layak), dan hasil (tindakan). Chapin menjelaskan model tersebut dalam pola aktivitas yang menggambarkan perilaku individu (lihat pada gambar 2.4). Pada model tersebut, pola aktivitas ditentukan oleh dua faktor, yang pertama adalah propensity (kecenderungan) dan yang kedua adalah opportunity (kesempatan atau peluang) untuk terlibat dalam suatu kegiatan. Faktor kecenderungan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor yang membatasi seperti aturan dan karakteristik personal, tetapi juga oleh faktor energi seperti motivasi dan cara berpikir. Contoh, jika seseorang mempunyai motivasi untuk berjalan tetapi dibatasi oleh jadwal pekerjaan, maka seseorang tersebut memiliki kecenderungan yang kurang untuk berjalan. Model Chapin juga menunjukkan karakteristik sosial ekonomi ke dalam bentuk kendala yang mempengaruhi seorang individu seperti kecenderungan, pola aktivitas yang berpengaruh dan perjalanan. Peluang atau kesempatan dipengaruhi oleh ketersediaan dan kualitas fasilitas dan layanan. Contoh, seseorang memiliki kencenderungan untuk berpergian dengan menggunakan sepeda, namun fasilitas untuk bersepeda tidak dimiliki maka ia berpeluang untuk tidak bersepeda karena faktor tersebut. Dengan penjelasan tersebut, Chapin (1974) menyatakan bahwa pola aktivitas (dan perilaku individu yang mendasari) adalah hasil dari dua faktor, yaitu: permintaan (kecenderungan) dan penawaran produk (kesempatan atau peluang) sebagai akibat terusan.

Fokus dari Model Chapin juga berkontribusi pada pemodelan wisata berdasarkan aktivitas, termasuk fokus pada kedua tingkat individu dan agregat. Analisis Chapin tentang pola aktivitas di Washington, DC, daerah (Chapin, 1974) meramalkan komponen kunci dari model berdasarkan aktivitas: pilihan pola kegiatan sehari-hari. Singkatnya, teori Chapin adalah: 1) berdasarkan hasil penelitiannya menyatakan bahwa kendala dari karakteristik pribadi seperti faktor demografi dan sosial ekonomi mempengaruhi kelayakan kegiatan dan perjalanan; dan 2) bahwa faktor lingkungan tentang ketersediaan dan kualitas fasilitas dan layanan transportasi juga mempengaruhi kegiatan dan perjalanan.

Gambar 2.4: Model Chapin “Perilaku berpergian individu”

modelchapin

 

About rimba ahmad

Public Relations with Tourism Planner attitudes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: