Komunikasi Intrapribadi, Antarpribadi, Kelompok, Publik, Organisasi, Massa

Menanggapi pertanyaan dari reader/viewer yang berkujung pada blog ini, saya mencoba menjelaskan konsep dan definisi mengenai komunikasi intrapribadi, antarpribadi, kelompok, publik, organisasi, dan massa berdasarkan kajian buku komunikasi sebagai arahan untuk menguraikan konsep dan definisi satu sama lain sehingga dapat memberikan kejelasan tentang istilah atau terminologi tersebut.

Komunikasi Intrapribadi

Adalah komunikasi dengan diri sendiri. Contohnya berpikir. Komunikasi ini merupakan landasan komunikasi antarpribadi dan komunikasi dalam konteks-konteks lainnya, meskipun dalam disiplin ilmu komunikasi tidak dibahas secara rinci dan tuntas. Komunikasi ini melekat pada komunikasi dua orang, tiga orang, dan seterusnya, karena sebelum berkomunikasi dengan orang lain kita biasanya berkomunikasi dengan diri sendiri (mempersepsi dan memastikan makna pesan orang lain), hanya saja caranya sering tidak disadari. Keberhasilan komunikasi kita dengan orang lain tergantung pada keefektifan komunikasi kita dengan diri sendiri. Mulyana, 2007

Komunikasi Antarpribadi

adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal. Bentuk khusus dari komunikasi antarpribadi adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang melibatkan hanya dua orang, seperti contohnya suami-istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid, dan sebagainya. Ciri-ciri dari komunikasi ini adalah: Mulyana, 2007

  • Pihak-pihak yang berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat;
  • Pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik secara verbal maupun nonverbal.

Keberhasilan komunikasi menjadi tanggung jawab para peserta komunikasi. Kedekatan hubungan pihak-pihak yang berkomunikasi akan tercermin pada jenis-jenis pesan atau respons nonverbal mereka, seperti sentuhan, tatap mata yang ekspresif, dan jarak fisik yang sangat dekat. Meskipun setiap orang dalam komunikasi antarpribadi bebas mengubah topik pembicaraan, kenyataannya komunikasi antar pribadi bisa saja didominasi oleh suatu pihak. Misalnya, komunikasi suami-istri didominasi oleh suami, komunikasi dosen-mahasiswa didominasi oleh dosen, dan komunikasi atasan-bawah oleh atasan. Komunikasi antarpribadi sangat potensial untuk mempengaruhi orang lain, karena kita dapat menggunakan kelima alat indra kita untuk mempertinggi daya bujuk pesan kita. Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling sempurna, komunikasi antarpribadi berperan penting selama manusia masih mempunyai emosi. (ibid)

Komunikasi Kelompok

Adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama (adanya saling kebergantungan), mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut, meskipun setiap anggota boleh jadi mempunyai peran berbeda. Contoh adalah keluarga, tetangga, kawan-kawan terdekat; kelompok diskusi; kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dengan demikian, komunikasi kelompok biasanya merujuk pada komunikasi yang dilakukan kelompok kecil (small group communication), bersifat tatap muka. Umpan balik dari seseorang perserta dalam komunikasi kelompok masih bisa diidentifikasi dan ditanggapi langsung oleh peserta lainnya. Komunikasi kelompok dengan sendirinya melibatkan juga komunikasi antarpribadi, karena banyak dari teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.Mulyana, 2007

Secara ringkas kelompok merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan kita, karena melalui kelompok, memungkinkan kita dapat berbagi informasi, pengalaman, dan pengetahuan kita dengan anggota kelompok lainnya. Burhan,2007

Komunikasi Publik

adalah komunikasi antar seseorang pembicara dengan sejumlah besar orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi ini sering juga disebut dengan pidato, ceramah, atau kuliah umum. Beberapa pakar komunikasi menggunakan istilah komunikasi kelompok besar (large group communication) untuk komunikasi ini, contoh adalah tabligh akbar yang sering disampaikan pendakwah kodang seperti Ust Arifin Ilham adalah contoh dari komunikasi publik yang paling mengena.Mulyana, 2007

Komunikasi ini biasanya berlangsung lebih formal dan lebih sulit daripada komunikasi antarpribadi atau komunikasi kelompok, karena komunikasi publik menuntut persiapan pesan yang cermat, keberanian dan kemampuan menghadapi sejumlah besar orang. Daya tarik fisik pembicara bahkan sering merupakan faktor penting untuk menentukan efektivitas pesan, selain keahlian dan kejujuran pembicara. (ibid)

Komunikasi Organisasi

komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan juga informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar daripada komunikasi kelompok. Oleh karena itu, organisasi dapat diartikan sebagai kelompok dari kelompok-kelompok. Komunikasi organisasi seringkali melibatkan juga komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi dan ada kalanya juga komunikasi publik. Komunikasi formal adalah komunikasi menurut struktur organisasi, yakni komunikasi ke bawah, komunikasi ke atas, dan komunikasi horisontal, sedangkan komunikasi informal tidak bergantung pada stuktur organisasi, seperti komunikasi antar sejawat, juga termasuk selentingan dan gosip.Mulyana, 2007

Komunikasi Massa

adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar, majalah), atau elektronik (e-paper, televisi, radio), berbiaya relatif mahal, yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim, dan heterogen. Pesan-pesannya bersifat umum disampaikan secara cepat, serentak, dan selintas (khusus media elektronik dahulu) kini pesan dari media elektronik dapat kembali disimak melalui video di youtube. Meskipun khalayak menyampaikan pesan kepada lembaga (dalam bentuk saran-saran yang sering tertunda), proses komunikasi didominasi oleh lembaga, karena lembagalah yang menentukan agendanya. Mulyana, 2007

Untuk melihat secara rinci dari bentuk-bentuk komunikasi yang dibahas di atas penulis mencoba merangkumnya pada tabel berikut:

No Jenis Komunikasi Keuntungan Kelemahan Media yang digunakan
 1 Intrapribadi – mengasah imajinasi dan intuisi – tidak terjadi feedback Hati nurani, perasaan, pikiran
 2 Antarpribadi – komunikasi berlangsung dua arah

– terjadi feedback

komunikasi yang paling lengkap dan sempurna karena mempergunakan kelima pancaindera

– memberikan keakraban karena langsung bertatap muka

– informasi ada di satu pihak Panca indra
 3 Kelompok – pesan dari komunikan lebih efektif karena audience berjumlah banyak

– membantu setiap individu mencapai perubahan personalnya

– mempererat hubungan sosial, sebagaimana suatu kelompok secar rutin memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk melakukan aktivitas informal, santai, dan menghibur

problem solving

– terkadang pesan yang diharapkan oleh komunikan tidak sesuai harapan karena terjadi noise atau perbedaan pemahaman – panca indra dan alat bantu komunikasi lainnya (mic, infocus, alat peraga)
 4 Publik – efektivitas pesan tinggi – feedback bersifat terbatas, terutama yang bersifat verbal N/A
 5 Organisasi – seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik, dan tepat waktu.

– pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak untuk dilaksanakan.

– rang-orang yang berada dalam tatanan manajemen, yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. N/A
Massa – pesan dikirim dengan cepat dan efisien – pesan yang disampaikan tidak sampai pada sasaran karena khalayak yang anonim dan heterogen.

– berbiaya mahal

Media massa cetak dan elektronik

Sumber: diolah dari Mulyana (2007) dan Burhan (2007)

 

Referensi

Mulyana, 2007: Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D., Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, 2007

Burhan,2007: Prof. Dr. H.M Burhan Bungin, S.Sos. M.Si, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat, 2007

 

 

 

About rimba ahmad

Public Relations with Tourism Planner attitudes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: