Pariwisata Berkelanjutan

gehuyvgnhph484ywxzn1eetqo6jo5suhatgpmahzro0sumber : gambar 1

Wilbanks (1994) dalam Harris et al (2002, p. 5) menjelaskan tentang kekuatan dari ‘pembangunan yang berkelanjutan’ yang mampu memberikan rasa mengenai eco-disaster (bencana ekologi) secara global dan kebutuhan untuk mengubah cara dari masyarakat mempergunakan sumber daya alam. Definisi secara umum yang digunakan tentang pembangunan berkelanjutan berasal dari laporan the World Commission on Environment and Development (1987), menyebutkan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah sebuah proses memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. (UNEP, 2005).

Pembangunan berkelanjutan ialah sektor yang spesifik yang dianalisis oleh berbagai latar belakang pendidikan dan praktisi dengan ruang lingkup luas, sedangkan pariwisata berkelanjutan adalah bagian dari konsep pembangunan berkelanjutan dengan fokus pada objek kepariwisataan.

Harris et al (2002, p. 36) menyebutkan definisi mengenai pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang dikembangkan dan dikelola secara wajar, terkadang pada skala tertentu, memastikan hal tersebut tetap memiliki nilai ekonomi tidak terbatas oleh waktu dan tidak merusak fisik lingkungan, tetapi menopang dan memelihara hal tersebut. Perlu ekonomi berkelanjutan, karena apabila kegiatan pariwisata tidak menguntungkan maka akan diperdebatkan apakah hal tersebut adalah lingkungan yang berkelanjutan. Pariwisata yang tidak menguntungkan dan tidak tersedia akan tidak ada lagi.

UNWTO mendefinisikan pariwisata berkelanjutan secara lengkap sebagai pariwisata yang memperhitungkan secara penuh dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan sekarang dan yang akan datang, menjawab kebutuhan pengunjung, industri (pariwisata), lingkungan dan komunitas tuan rumah. (UNEP, 2005)

Pilar Dalam Pariwisata Berkelanjutan

Dimensi dalam pariwisata berkelanjutan berhubungan erat dengan konsep pembangunan berkelanjutan, berikut adalah tiga sektor pembangunan pariwisata berkelanjutan (UNEP, 2005):

1. Ekonomi berkelanjutan, ialah memberikan kesejahteraan bagi tingkat yang berbeda bagi masyarakat dan mengatasi efektivitas biaya dalam semua kegiatan ekonomi. Sektor ini sangat penting khususnya bagi kelangsungan hidup, kegiatan, dan kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam kurun waktu yang panjang.

2. Sosial berkelanjutan, ialah bertanggung jawab terhadap hak asasi manusia dan kesempatan yang sama bagi semua masyarakat. Hal ini membutuhkan pemerataan manfaat dengan fokus terhadap pengentasan kemiskinan. Penekanan terhadap masyarakat lokal, mempertahankan dan memperkuat sistem pendukung kehidupan mereka, mengakui dan menghormati budaya dan menghindari segala bentuk eksploitasi.

3. Lingkungan berkelanjutan, ialah melestarikan dan mengontrol sumber daya, khususnya sumber daya yang tidak dapat diperbaharui atau sumber daya yang paling penting dalam kehidupan manusia. Di dalamnya termasuk aksi untuk meminimalisir polusi udara, tanah dan air, serta pelestarian keanekaragaman hayati dan warisan budaya.

About rimba ahmad

Public Relations with Tourism Planner attitudes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: